Wikipedia Search:

Hasil penelusuran

Rabu, 02 September 2015

Rahasia Berpikir Beda Steve Jobs

- Prt.1
“Those who cannot change their minds, cannot change anything.”
--George Bernard Shaw (Penulis, 1856-1950)
  
Carmine Gallo berkisah, suatu ketika ia mengunjungi Paso Robles, California, yang dikenal sebagai salah satu wilayah perkebunan anggur terbesar di dunia. Di sana, Gallo memasuki sebuah kilang anggur yang menampilkan bebatuan di barnya. “Untuk apa bebatuan itu?” tanya Gallo. “Itu adalah contoh limestone yang membentuk tanah di sini,” jawab seorang perempuan.
“Untuk bertahan di tanah berbatu-batu ini, akar pohon anggur harus bekerja ekstra keras untuk mencapai sumber air,” kata perempuan itu lagi. “Hasilnya, buahnya memiliki rasa yang lebih kuat, dan seperti yang diketahui para pembuat anggur, anggur yang enak dihasilkan dari buah anggur yang bagus.”
Tekanan memang tidak nyaman, tapi tekanan alamlah yang telah mendorong pohon anggur untuk mencari sumber air. Hasilnya bukan hanya pohon ini mampu bertahan hidup, tapi malah menghasilkan buah anggur yang bagus. Tekanan, konflik, dan kerja keras tampaknya memang cara alam untuk mengatakan, “Temukanlah cara baru.”
Menemukan cara baru dan menemukan ide baru untuk memecahkan masalah, itulah inti dari inovasi. Pohon anggur itu telah melakukannya. Lantas, bagaimana dengan mendiang Steve Jobs yang dianggap sebagai otak di balik produk sangat inovatif: iMac, MacBook, iPhone, iTunes, iPod, dan iPad? Orang sepakat, Jobs telah melakukannya. Tapi orang masih bertanya: bagaimana Jobs melakukannya?
Jobs, sejak masih hidup hingga hari ini, masih dibicarakan orang. Harvard Business Review edisi April 2012 memajang tema ini di sampulnya: “The Real Leadership Lessons of Steve Jobs”. Artikel utamanya ditulis oleh Walter Isaacson, penulis biografi Jobs. Jurnal manajemen prestisius ini menobatkan Jobs sebagai CEO Terbaik Dunia, dua tahun sebelumnya.
Apakah Jobs memiliki rahasia dalam berinovasi? Apakah ia mempunyai ‘tips & tricks’ tentang langkah-langkah melakukan inovasi yang hebat?
Wow, tidak! Pendiri Apple itu bahkan merendahkan cara-cara klise. Dalam percakapannya dengan Rob Walker dari The New York Times, Jobs menceritakan, “Kami tidak berpikir, ayo ikut kuliah! Inilah lima aturan inovasi; mari kita pampangkan di seluruh perusahaan!”

Bila begitu kata Jobs, lantas apa yang dikerjakan Gallo? Rupanya Gallo berusaha menyingkapkan prinsip-prinsip yang menggerakkan Jobs. Punya produk Apple atau tidak (harganya lumayan mahal, kan?), Gallo berusaha menemukan hadiah yang telah diberikan Jobs kepada dunia: rahasia inovasi.
(indonesiana.tempo.co)

Tidak ada komentar: